Mengenal Sejarah Wisata Kotagede

Kotagede adalah salah satu saksi dari tubuhnya kerajaan mataram islam yang menguasi hampir semua seluruh pulau jawa. Makam parapendiri kerajaan mataram islam, ada reruntuhan tembok benteng dan peninggalan lain bisa anda temukan di kotagede. Pada abad ke 8, wilayah mataram adalah pusat dari kerajaan mataram hindu.

Wilayah jogja di abad ke 8 menjadi salah satu pusat kerajaan hindu yang mana menguasai hampir semua pulau jawa. Kerajaan ini sendiri memiliki peradaban dan kemakmuran yang sangat tinggi hal ini sangat terbukti dengan peninggalan candi dengan arsitektur yang sangat megah seperti candi prambanan dan candi borobudur.

Perkembangan Kotagede

Perkemabangan kotagede selanjutnya makin berubah drastis dengan menjadi kota yang ramai. Ada banyak sekali peninggalan sejarah mulai dari makam dari banyak pendiri kerajaan, masjid kotagede, rumah tradisional dengan memiliki arsitektur yang sangat khas, toponim dalam perdesaan yang masih dalam menggunakan tata kota yang bertema tata kota dari zaman dulu, hingga terbentuk reruntuhan untuk benteng yang bisa ditemukan dengan kotagede.

Untuk tata kota kerajaan jawa yang juga cukup baik dengan menempatkan kraton, alun – alun dan pasar pada bagian poros selatan hingga utara. Dalam kita nagarakertagama juga dituliskan jika pola ini memang sudah digunakan sejak zaman dulu. Untuk pasar tradisionalnya juga sudah ada sejak zaman panembahan yang masih aktif hingga saat ini. Hampir disetiap pagi legi di dalam kalender jawa, banyak penjual dan pembeli barang dagang yang datang kepasar ini. Walaupun masih cukup terlihat kuno tapi bangunan pasar ini sebenarnya pernah di rehabilitasi tapi dengan posisi yang tidak pernah dirubah. Nah jika anda ingin berkeliling kota gede, maka anda bisa memulainya dengan berjalan kaki dari pasar menuju selatan ke makam, benteng dalam dan hingga ke beringin kurung.

Kompleks Dari Makam Pendiri Kerajaan

Jika anda berjalan sekitar 1100 meter dari selatan pasar kotagede maka anda bisa menemukan kompleks makam dari pendiri kerajaan mataram islam yang mana dikelilingi dengan tembok yang sangat tinggi dan juga sangat kokoh, Gapura ini cukup kompleks makam memiliki ciri khas arsitekur hindu. Hampir semua gapura memiliki pintu kayu yang cukup tebal dan memiliki ukiran yang sangat indah.

Masjid kotagede

Jika anda berkelana di kota gede maka rasanya sangat tidak lengkap jika anda tidak berkunjungi ke Masjid kotagede, masjid tertua yang ada di Jogja yang masi berada di komplek makam. Setelah itu tak ada salahnya untuk menyusuri beberapa lorok sempit yang mengelilingi beberapa kompleks makam untuk melihat bagaimana arsitektur secara utuh dari kehidupan dan masyarakat dari kotagede.

Rumah tradisional kota gede

Berada diseberang jalan dan berada di depan komplek makam anda bisa melihat sebuah rumah tradisional jawa. Tapi saat anda berjalan sekitar 50 meter ke selatan maka anda bisa melihat sebuah gapura tembok dengan rongga yang rendah dan ada tulisan cagar budaya. Saat masuk anda akan melihat rumah tradisional dapat terawat dengan sangat baik layaknya rumah yang bisa anda tinggali.

Reruntuhan Benteng

Runtuhan benteng masuk dalam kawasan keliling keraton dengan luas persegi 400 m x 400 m. Untuk reruntuhan ini senidri masih asli dan masih sangat asli dan bisa anda lihat dari bagian pojok barat daya dan bagian tenggara. Untuk temboknya sendiri dibuat dengan tebal 4 kaki da balok batu dengan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *